Seminar Parenting, Anak dari Surga Menuju Surga

Sebagai orang tua kita sering lupa bahwa anak-anak kita sesungguhnya berasal dari surga. Pada diri anak membawa potensi kebaikan. Ia tidak memiliki dosa. Allah telah menginstal nilai-nilai fitrah pada setiap diri anak.

Saat bayi lahir semua orangtua menyambut gembira. Wajah lucu bayi bagai magnet mengundang kecupan dan belaian sayang.

Namun seiring bergulirnya waktu anak di tahap berikutnya di usia 2-3 tahun, banyak orangtua mengaku merasa jengkel dengan segala perilaku anak. Keinginan yang sulit ditolak, tangisan dan teriakan, terkadang muncul pukulan dan tendangan. Orang barat menyebutnya ‘terrible two’ atau ada yang mengatakan ‘little monster’. Mengapa anak yang lucu berubah menjadi monster?

Waktu terus bergulir di usia remaja perilaku anak seringkali membuat orangtua makin kalang kabut. Apa yang salah? Disikapi lembut, tidak mempan. Dikasar apalagi makin membangkang.

Itulah sekelumit pandangan umum tentang anak, yang membuat para orangtua lupa bahwa sesungguhnya anak berasal dari surga. Surga adalah representasi dari segala keindahan, kesejukan, ketenangan, kenyamanan, kebahagiaan dan segala sesuatu yang didambakan manusia. Sehingga hal tersebut pula yang seharusnya yang ada dalam benak kita tentang anak-anak.

As Sa’ada (Keberkahan)

Kehidupan tanpa kematian

Kesenangan tanpa penderitaan

Kekayaan tanpa kemiskinan

Kesempurnaan tanpa cacat

Kebahagiaan tanpa kesedihan

Kehormatan tanpa kerendahan

Pengetahuan tanpa kealfaan

Itulah tujuh elemen SURGA yang akan abadi dan tidak akan pernah hilang.

Karena surga terlalu bernilai, tentu tak akan mudah untuk mendapatkannya. Diperlukan perjuangan keras, kesabaran, kesyukuran, dan ilmu sebagai bekalnya.

Persoalan, kesulitan, dan masalah dalam mendidik anak adalah tantangan sekaligus investasi kita untuk meraih surga.

Karena hanya surgalah tempat kembali yang layak untuk diri kita dan anak-anak kita.

Kalau bukan ke surga hendak ke mana kita labuhkan kehidupan kita kelak?

Karena surga tempat asal anak-anak kita, maka sesungguhnya Allah telah bekali potensi untuk meraihnya berupa: kejujuran, kepolosan, ketulusan, kelembutan, kesucian, kegigihan, sifat pemaaf, serta fitrah kesucian, juga ruh mulia.

Allah juga menganugerahi potensi pembelajar pada anak bahkan sejak detik pertama kehidupannya. Sejatinya proses pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan bagi anak. Lalu mengapa kadang anak menjadi malas belajar dan bahkan memiliki banyak masalah. jawabannya dalam seminar Anak dari Surga Menuju Surga

Narasumber : Ida S. Widayanti, M.Pd.I
( Kandidat Doktor di Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an ( PTIQ ) Jakarta.

 

Leave a comment

Open chat
1
Assalamualaikum
Ada yang dapat kami bantu?