021 729 2584
Jl. Bintaro Raya No 7 Tanah Kusir

Khutbah Sholat Gerhana Matahari

MASJID RAYA NURUL HIDAYAH
KHUTBAH SHOLAT GERHANA MATAHARI ( KUSUF ) CINCIN, OLEH ; UST. H. RIZKI AKBAR MANSUR, LC. MA.
( KAMIS, 26 DESEMBER 2019 )

Fenomena Gerhana Matahari Cincin bukanlah sesuatu yang baru. Sejarah mencatat fenomena alam ini pernah dialami oleh umat terdahulu. Gerhana Matahari pernah terjadi pada tanggal 24 November 569 M, yang berdekatan dengan masa kelahiran Rasulullah SAW. Saat itu, terjadi peristiwa Gerhana Matahari Total. Di kota suci Mekkah, gerhana itu nampak sebagian menyelimuti wilayah tersebut. Gerhana Matahari Total pada tanggal 9 Mei 1533 SM yang bertepatan dengan masa Nabi Ibrahim AS, di tanah Palestina. Gerhana Matahari Cincin pernah terjadi bertepatan dengan pertempuran puncak penaklukan tanah palestina oleh pasukan di bawah pimpinan Nabi Yusya’ pada tanggal 30 Oktober 1207 SM.

Pada Masa Nabi Muhammad SAW, Gerhana Matahari terjadi bersamaan dengan wafatnya putra Rasulullah SAW yang bernama Ibrahim. Tepatnya pada tanggal 29 Syawwal 10 H/ 27 Januari 632 M. Hal tersebut membuat mereka menghubungkan fenomena alam tersebut dengan wafatnya Ibrahim putra Rasulullah SAW. Bahkan yang lebih menyedihkan peristiwa tersebut dikaitkan dengan mistis dan kepercayaan tanda akan datangnya sebuah bencana.

Aisyah Radhiallahu ‘Anha menceritakan bahwa Rasulullah SAW, bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

” Sesungguhnya (gerhana) matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya terjadi bukan karena wafatnya seseorang dan bukan pula lahirnya seseorang. Jika kalian menyaksikannya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat, dan bersedehkahlah”. (HR. Bukhari No. 1044, 1046, Muslim No. 901)

Hadits Rasulullah SAW ini, memperbaiki keyakinan sebagian manusia pada zaman itu yang mengaitkan terjadinya gerhana dengan wafatnya anak Rasulullah SAW, yaitu Ibrahim. Sekaligus merubah pandangan umat tentang mistis dan kepercayaan tanda datangnya bencana dari peristiwa tersebut, melainkan sebagai tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Dalam hadits tersebut juga Rasulullah mengajarkan amalan seorang muslim jika menyaksikan kejadian Gerhana Matahari atau Bulan, yaitu _berdo’alah kepada Allah ( فادعوا الله ), bertakbirlah ( و كبروا ), dirikanlah sholat ( وصلوا ) dan bersedekahlah ( وتصدقوا )._

Dari peristiwa Gerhana Matahari Cincin ini dapat dipetik beberapa pelajaran, diantaranya ;

_Pertama,_ Allah SWT ingin menunjukkan tanda-tanda Kebesaran, Keagungan dan Kekuasaan-Nya.

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ

” Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal ”. ( Q.S. Al Imran : 190 )

وَسَخَّرَ لَكُمُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۙ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۗوَالنُّجُوْمُ مُسَخَّرٰتٌۢ بِاَمْرِهٖ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَۙ

” Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bintang-bintang dikendalikan dengan perintah-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti “. (Q.S. An Nahl : 12 )

Dalam ayat-ayat Al Qur’an yang bersifat qauniyah , Allah SWT bersumpah atas nama makhluk ciptaan-Nya ( والفجر..، والشمس …، والقمر…) tiada lain menunjukkan eksistensi Allah yang Maha Besar, Maha Agung dan Maha Kuasa atas segala ciptaan-Nya.

_Kedua,_ Allah SWT ingin menguji ketaatan hamba-Nya. Apakah dengan kejadian ini seorang hamba menjadi takut kepada Allah SWT yang diaplikasikan dalam ketaatan amal Ibadah. Atau sebaliknya, kejadian ini hanya dianggap kesenangan atau ketakutan yang dipahami dengan akal semata.

_Ketiga,_ Menambah yakin rasa cinta hamba kepada Allah SWT. Semua kejadian yang terjadi di bumi, langit, matahari dan bulan adalah semua kehendak Allah SWT. Begitupula terjadinya Gerhana Matahari Cincin ini atas izin-Nya. Maka dari itu, kita mendirikan ibadah sunnah Sholat Gerhana Matahari. Dan senantiasa bertasbih memuji Allah sebagai wujud kecintaan kepada-Nya.

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا

” Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun “. ( Q.S. Al Israa : 44 )

_Keempat,_Menguji keyakinan hamba-Nya apakah fenomena alam ini adalah berkaitan dengan hal mitologi mistis atau tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Bagi hamba yang beriman dan sholih ,tentu saja ini dipahami sebagai bukti kebesaran Allah SWT. Tapi bagi mereka yang ingkar, peristiwa ini sebagai suatu hal mistis dari kekuatan dunia lain sebagai pertanda suatu kejadian besar akan terjadi. Semoga kita terlindung dari sifat demikian.

Harapan dari peristiwa Gerhana Matahari ini adalah menambah semangat amal ibadah, mempertebal keimanan dan menjadi pribadi bertaqwa yang sebenarnya kepada Allah SWT.

Leave a comment

Open chat
1
Assalamualaikum
Ada yang dapat kami bantu?