Empat Kaidah Ilmu Nahwu Dalam Membangun Bangsa

Ilmu Nahwu adalah cabang ilmu dalam bahasa arab yang mempelajari kaidah gramatikal menyusun kalimat bahasa arab dengan baik dan benar.

Menurut Syaikh Fauzi Kanote, keistimewaan dalam Ilmu Nahwu ini mempunyai makna rahasia yang jika digalih lebih dalam mempunyai kaidah-kaidah yang dapat di pakai sebagai pilar membangun suatu bangsa.

1. ‘Alamatul Marfu’ Bi Dhommih
( Tanda-tanda ketinggian atau kemuliaan dapat dicapai dengan persatuan )
Suatu bangsa dapat mencapai tingkat yang tinggi atau mulia jika elemen di dalamnya bersatu. Jika suatu kelompok dalam kesulitan, maka kelompok yang lain dengan ikhlas membantu segala potensi yang dimiliki agar kelompok yang terpuruk bisa bangkit. Egoisme kelompok harus dihilangkan . Yang dikedepankan persatuan.

2. ‘ Alamatul Manshub bil Fathi
( Tanda-tanda ketahanan adalah saling terbuka )
Setelah persatuan, pilar selanjutnya adalah keterbukaan. Para pemimpin bangsa sebagai pengemban amanah harus terbuka kepada yang dipimpinnya. Keterbukaan berarti kejujuran. Transparansi adalah hal mutlak dalam menyusun sistem suatu bangsa.

3 . ‘Alamatul Majrur Bil Kasri
( Tanda-tanda kehancuran adalah pecah belah )
Suatu bangsa akan hancur jika umat,ulama dan umaro berpecah belah. Masing-masing merasa diri paling benar. Bertengkar dalam masalah yang tidak prinsipil dalam beragama islam. Lebih fokus pada hawa nafsu kepentingan pribadi ( Ihtimamul bil hawa ).
Maka berpecah belah ini harus dihindarkan. Bersatu demi kemaslahatan dan berlapang dada terhadap perbedaan.

4. ‘Alamatul Majzum Bis Sukun.
( Tanda-tanda tidak ada perubahan jika bersikap diam )
Diam melihat suatu yang tidak benar adalah sikap yang tidak merubah suatu keadaan menjadi lebih baik.
Perubahan hanya dapat terjadi jika kita ada kemauan bergerak sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Dengan kekuasaan dan kebijakan, lisan berupa seruan amar ma’ruf nahi munkar. atau dengan do’a.
Merubah sesuatu tidak sertamerta dengan frontal. Mengajak kepada kebaikan dan melarang dari yang munkar harus juga disertai dengan kebaikan ( niat baik harus dengan cara yang baik ). Tidak semua hal dapat dilakukan dengan akal. Adab dan ilmu sangat penting dalam menciptakan perubahan. Agar perubahan itu membawa manfaat bukan sebaliknya.

Oleh : Ust. Muhammad Zul Ikhram, lc.

Leave a comment

Open chat
1
Assalamualaikum
Ada yang dapat kami bantu?